Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Rumah Yang Menunggu Senja

Di sebuah kota kecil yang terlalu sering diguyur hujan, ada seorang pria bernama Aksa yang selalu pulang sebelum senja benar-benar turun. Bukan karena ia takut gelap, bukan juga karena tak ada tempat lain untuk dituju. Ia hanya menyukai momen ketika langit berubah warna ketika jingga perlahan melebur menjadi ungu, lalu hilang ditelan malam. Aksa tinggal di rumah tua peninggalan kakeknya. Dindingnya masih kayu, jendelanya besar menghadap kebun kecil yang ditumbuhi bunga liar. Setiap sore, ia duduk di kursi rotan yang mulai rapuh, menyeduh kopi, lalu menatap langit seperti sedang menunggu sesuatu. Padahal tak ada siapa-siapa. Orang-orang mengenalnya sebagai pria yang tenang. Terlalu tenang, bahkan. Ia bekerja di toko buku kecil di ujung jalan utama. Toko itu jarang ramai, tapi Aksa menyukainya. Ia hafal letak setiap judul, tahu buku mana yang jarang disentuh, dan tahu buku mana yang sering dibaca diam-diam oleh pengunjung yang tak ingin terlihat sedang mencari pelarian. Kadang, ia menyel...

Postingan Terbaru

semesta abadi

Pecundang di Malam Hari

Sadboy 69febrians

Gue Sayang Tapi Gue Capek

"Bukan Karena Sepi. Kan"

Datang dan pergi

kupatahkah sayapku untukmu